Kabar menggembirakan datang dari kegiatan Dauroh Alquran dan Bahasa Arab yang digelar di Kairo Mesir oleh SMA Boarding School Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. 3 siswa putri kelas X peserta dauroh ini berhasil tuntas menghafal 30 juz Alquran.

Mereka adalah Rizkirana, Hareta Shofi, dan Haura Emara. Ketiganya yang saat berangkat ke Mesir baru memiliki hafalan 8 juz ini berhasil mengejar hafalan sebanyak 22 juz. Hasilnya, kemampuan hafalannya ini diakui secara resmi dalam bentuk syahadah (ijasah) oleh Syaikhah (hafizah dan guru Alquran) dari Kairo. Pada Selasa sore pukul 17.00 waktu Kairo atau pukul 22.00 waktu Indonesia Barat.

Ketiganya tidak sendirian, karena ada 44 siswa satu angkatan di sekolah mereka yang sama-sama mengikuti dauroh. Tak kalah hebat, para peserta lainnya pun berhasil melampaui target menghafal dan beberapa diantaranya hampir menyusul hafal 30 juz Alquran.

“Alhamdulillah selain tiga yang hafiz 30 juz, para siswa lainnya juga hampir selesai 30 juz. Capaian ini sangat melampaui target minimal hafalan yang hanya 9 juz,” terang Sarah Abdurrahmah, Lc., guru sekaligus pendamping siswa putri dalam dauroh.

Penyerahan syahadah diberikan oleh Syaikhah Madihah, yang merupakan guru Alquran para siswa putri ini saat di Mesir. Tampak siswa dan syaikhah sama-sama terharu atas capaian yang bagus ini. Para syaikhah yang hadir turut takjub dengan keberhasilan siswa yang cukup cepat, apalagi siswa tak sekadar menghafal Alquran namun juga belajar pelafalan, nada, ilmu tajwid, termasuk belajar bahasa Arab sejak pagi hingga sore di Lembaga Nile Center, Mesir.

“Setiap siswa mengikuti pembelajaran Alquran sejak selepas shubuh hingga jam 06.00, dan bakda maghrib hingga sekitar jam 21.00. Selain itu, siswa belajar bahasa Arab selama seharian penuh di Nile Center,” tutur ustazah Sarah menceritakan aktivitas siswa-siswanya.

“Alhamdulillah, siswa sangat semangat belajar. Mereka juga semangat beribadah seperti selalu bangun pagi untuk Salat Tahajud, lalu dilanjutkan menghafal secara mandiri dilanjutkan Salat Shubuh berjamaah. Kemudian bersama syaikh dan syaikhah belajar hingga matahari terbit. Mereka juga rajin Salat Duha, zikir pagi dan petang, sekaligus memperbagus akhlak sepanjang hari. Mereka benar-benar siswa yang hebat, karena tidak banyak remaja yang mampu mengikuti jadwal ketat semacam ini,” tambahnya.

Kapan para siswa ini beristirahat? Jawabannya pada Jumat dan Sabtu. Karena kegiatan belajar mereka pada dua hari digantikan dengan pembelajaran di luar kelas berupa kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, mengunjungi universitas Al Azhar yang merupakan universitas pertama di dunia, juga mengunjungi destinasi wisata dunia di Mesir. “Dengan capaian yang hebat ini, tentu pantas bagi mereka untuk menikmati kesempatan langka berwisata di Mesir,” tutur ustazah Sarah.[]