Haurgeulis. Dukungan PC Al Irsyad Al Islamiyyah Haurgeulis terhadap pendidikan akhlak tampaknya semakin tinggi. Sebagaimana terlihat dari kehadiran ustaz Fuad Ali Badjeri, SH Ketua PC dan ustaz Munif Sungkar, S.Pd.SD Ketua LPP saat penyambutan siswa di pagi hari.

Kedua tokoh penting ini berdiri bersama kepala sekolah dan para guru di gerbang sekolah. Para siswa yang baru datang pun tampak gembira, karena mereka disambut dengan senyuman dan jabat tangan oleh para guru yang dihormatinya.

“Al Irsyad menjadikan tingginya akhlak sebagai tolak ukur dari keberhasilan pendidikan,” tutur ustaz Fuad Ali Badjeri, ketua PC.

Menurutnya, Al Irsyad berusaha memberikan solusi atas fenomena meprihatinkan perilaku anak dan remaja di masyarakat. Al Irsyad tidak ingin ada siswa yang sulit dikendalikan, nakal, keras kepala, kurang rasa malu, kurang hormat kepada orangtua dan guru, merebaknya pornografi dan pornoaksi, pola hidup materialistik, dan kurang beramal.

“Dengan tradisi menyambut siswa pada pagi hari, maka kita para pendidik dapat menunjukkan dan mengajak siswa untuk menjaga akhlak sejak datang hingga pulang ke rumah masing-masing,” lanjutnya.

Senada dengan ketua PC, ustaz Munif Sungkar, Ketua LPP menuturkan, “Dengan senyum, sapa dan salam inilah guru-guru menyambut anak didiknya dengan harapan terbangunnya suasana nyaman dan harmonis sehingga tercipta suasana yang kondusif ketika sedang proses belajar mengajar”

Demikian pula dijelaskan oleh ustaz Nurohman, S.Pd.I, kepala sekolah. “Ini adalah tradisi yang harus kita lestarikan, yaitu menyambut kedatangan siswa dipintu gerbang sekolah, guru yang bertugas piket diwajibkan untuk menyambut kedatangan siswa di pintu gerbang sekolah sebelum proses belajar mengajar berlangsung dan siswa juga dibiasakan bersalaman dengan setiap guru yang mereka jumpai ketika sampai di sekolah baik guru yang bertugas piket maupun tidak.”

Budaya salam dan saling menghormati sesama siswa diharapkan dapat mengakar pada setiap siswa, sehingga suasana sekolah aman dan damai. “Juga tidak didapati masalah yang terjadi antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa, bila ada yang terjadi hanya sekedar masalah biasa yang tidak menimbulkan efek pada keharmonisan mereka,” terang ustaz Nurrohman.()