Dalam rangka menguatkan hafalan Alquran siswa, SD AlIrsyad Al Islamiyyah 01 melaksanakan program CooperatifLearning Qurani. Program ini dilakukan baik di dalam kelas maupun di luar kelas dengan metode outclass, seperti yang dilaksanakan baru-baru ini di alun-alun Purwokerto dengan kegiatan yang bertajuk Ngaji on theStreet (NGAOS).

“Melalui metode outclass tersebut diharapkan siswa tidak merasa jenuh saat menghafal dan mengulang hafalan Alquran. Kegiatan outclass juga untuk mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat tentang kebiasaan menghafal Alquran. Pengunjung di alun-alun Purwokerto tak jarang memberikan apresiasi, bahkan meminta untuk berfoto bersama siswa yang sedang tasmi’ Alquran,” terang ustaz Sudrajat, S.Sos., kepala sekolah.

Metode CooperatifLearning Qurani dilaksanakan secara berkelompok. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari siswa dengan capaian hafalan Alquran yang bervariasi. Tujuannya agar siswa yang sudah banyak hafalannya bisa membantu siswa yang hafalannya lebih sedikit. Siswa menyetorkan hafalan dengan metode tasmi’ atau diperdengarkan kepada teman-temannya dalam satu kelompok dan jika ada kesalahan dibetulkan oleh teman satu kelompok, dan seterusnya secara bergantian.

Menurut ustaz Sudrajat, selain mengembangkan kemandirian dalam menghafal Alquran, sekolah juga mengembangkan metode menghafal Alquran berbasis kerjasama antar siswa baik berpasangan maupun berkelompok. Manfaatnya agar hafalan siswa bertambah kuat dengan mendengarkan hafalan siswa lain dan memperdengarkan hafalannya sendiri kepada temannya.

“Peran guru cukup penting, karena para siswa perlu dimotivasi dan dipantau, termasuk menyiapkan reward untuk kategori siswa yang paling rajin setoran, paling banyak hafalannya, dan kategori lainnya yang dianggap mampu meningkatkan keberhasilan belajar Alquran,” tambah ustaz Sudrajat.[Sri W]

http://www.alirsyadpwt.com/content/ngaos-ngaji-street-0