Semangat meningkatkan kualitas sekolah tampaknya sangat terasa dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pendidikan dan Pengajaran (MPP) Al Irsyad Al Islamiyyah pada Sabtu-Senin, 28-30 April 2018 di Purwokerto.

100 pimpinan dari setiap cabang se – Indonesia pun membawa semangat dari daerahnya masing-masing untuk menyusun formula yang akan menjadi standar minimal capaian sekolah-sekolah Al Irsyad satu sampai lima tahun berikutnya.

Hadir dalam Rakernas ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Faisol Bin Madi, Ketua MPP Ali Umar Basalamah, Ketua Majelis Sosial Ekonomi Syarief Baasyir, bersama para anggota pimpinan pusat lainnya. Hadir pula pimpinan Pengurus Besar (PB) Wanita Al Irsyad Al Islamiyyah.

Para peserta rakernas ini diantaranya terdiri dari para Pimpinan Cabang, para Ketua Yayasan, para ketua Lajnah Pendidikan se Indonesia.

Selama tiga hari, pimpinan pusat mengajak semua tokoh pimpinan untuk mengevaluasi lembaganya sekaligus menyepakati program kerja nasional. Dilengkapi komitmen bersama untuk mendukung semua strategi percepatan peningkatan kualitas di setiap sekolah.

Fokus standarisasi pendidikan diantaranya standarisasi kurikulum PAI, Bahasa Arab, dan Alquran. Di dalamnya termasuk standarisasi guru, pembiasaan bahasa Arab. Lebih dari itu disepakati standar Tuntas Calistung Dasar kelas I SD/MI, Sukses Ujian Nasional, peningkatan rangking sekolah, Sukses Studi Lanjut Perguruan Tinggi (SMA/MA), Sukses Dunia Kerja (lulusan SMK), Peningkatan Kompetensi SDM, Bi’ah SDM, Bi’ah siswa, Bina Prestasi Siswa, hingga Sukses PPDB.

Peningkatan kualitas ini juga mencakup meningkatkan kepedulian lingkungan dan berinovasi dalam pemanfaatan teknologi. Sebagaimana tampak dengan diundangnya tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hadir dari kementerian, Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc. Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, dan Helmi Basalamah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM.

Bambang Supriyanto bahkan membuka kesempatan kerjasama dengan PP Al Irsyad Al Islamiyyah untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Dia bahkan menyatakan siap mendampingi cabang dan sekolah-sekolah yang memiliki program-program pengelolaan lingkungan termasuk pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.

Disajikan pula fenomena dan strategi pemanfaatan teknologi untuk peningkatan layanan pendidikan oleh Tim IT dari Majelis Sosek Pimpinan Pusat. Termasuk menghadirkan praktisi perbankan untuk membuka wawasan tentang perkembangan sistem pengelolaan keuangan sekolah dan yayasan.[]