Bondowoso, 12/04/2018, Program bakti sosial bedah rumah membuat seluruh santri Ma’had berloma-lomba untuk berkereasi agar target dana bedah rumah pada tangga 21/04/218 berjalan rapi, 10juta target dana yang akan dikumpulkan oleh para santri membuat para santri dan asatidz harus berjibaku memutar pemikiran untuk berkreatifitas.

Para santri yang digabung dalam kelompok-kelompok kecil bekerja sama dengan asatidz yang menjadi mentor ” Para santri di bagi dalam beberapa kelompok, dalam kelompok itu didamingi oleh satu ustad, dan disetiap kelompok dibebankan dana Rp.500.000 dan uang itu harus diperoleh dengan upaya para santri bukan dana pribadi dari kelompok” Ucap Ustad Tri Yulistiyawan Wibisono, Ketua Panitia Baksos.

Sejak tgl 31/03/2018 para santri mulai mengumulkan dana, berbagai cara ditempuh oleh para santri, seperti berjualan parfum, baju, barang bekas, turun kejalan bersama Satuan Lalulintas Kabupaten Bondowoso, sampai melakukan kerjasama dengan DPRD dan PEMKAB Bondowoso.

“Acara bakti sosial ini juga mengajarkan pada santri cara berdagang, melakukan negosiasi dengan pemerintah, yang yang tak kalah penting para santri kita kreatif dalam mencari solusi dari persoalan yang dihadapi, mereka juga semakin lincah membuat karya dari barang bekas” Imbuh Ketua Ketua Panitia Baksos tersebut.

Awal program dijalankan, berbagai opini membanjiri Ma’had al irsyad al islamiyyah Bondowoso, dari persoalan waktu belajar santri sampai perizinan santri, namum polemik tersebut mampu ditepis oleh menejemen Ma’had Al irsyad.

Ustad Faisal Gumblas dengan tegas menyampaikan ” Acara baksos ini sama sekali tidak mengganggu waktu belajar santri, dan acara ini diadakan dalam waktu transisi yaitu pasca Uts, karena biasanya pasca UTS ada remidian dan ada imput nilai dari para ustad, maka waktu kosong ini yang kami gunakan menggalang dana” Kata Kepala Sekolah MA Al irsyad ini.

Tak sampai disutu saja, kepada Jurnalis Ma’had ustad Faisol Gumblas juga memberikan deskripsi warga yang rumahmya mau dibedah dalam program Ma’had al irsyad berbagi ini “Kenapa kita membedah rumah warga Desa Pakem ini, karena rumahnya jauh dari layak, dia seorang wanita tua dengan keterbatasan fisik kaki kananya tidak ada jadi dia tidak bisa jalam kemana-mana, dan ditambah dia tidak punya anak jadi sangat baik dam harus kita mengajari santri berbagi pada orang-orang yang tidak mempu seperti ini” Tutup Ustad Faisal Gumblas.( Hary Smart)